Puisi Rindu


Oleh. Nur Luthfiatun Niswah


Purnama hilang beranjak kelam penuh alang
Kuukir nama dipenghujung menjulang
Sayup akbar menggema sepenjuru ilalang
Sajadah panjang terbentang jauh diujung padang
Hati terusik tuk pulang
Parau, namun syahdu teriang
Bias raut wajah teringat akan seseorang
Saat jauh namun tak terpandang
Fana, sirna menerjang arah gelombang
Tersentuh, gemulainya seakan menghilang
Terdesir ombak nan jauh membentang
Gemuruh beringkuk pikuk seolah tau isi kalbu sang pejuang
Sembilu, bak padang ditebas perang
Rindu, namun tak jua berakhir datang
Akankah ku raih berlian ditelaga luas menjulang
Sampai ku baca surat cinta untuk seseorang
Lirih tatih melody terdengar, saat syairnya terdentang
Ayat-ayat cinta menyingsing datangnya sang pejuang
Teduh batin ketika khitmatnya lantunan al-Quran dikala petang

Komentar